.

.

Rabu, 25 Desember 2019

INILAH SANJUNGAN ALLAH DAN PERHATIAN RASULULLAH PADA PEMUDA

Dari Tabligh Akbar Mahasiswa Antara Tantangan dan Harapan (1)

#firibook -- Mahasiswa merupakan salah satu pondasi tegakkan negeri. Mereka yang akan menjadi pemimpin esok.

Pembentukan karakter salah satu komponen penting bagi generasi muda pengukir sejarah. Mereka yang tidak terbawa dan diombang-ambing oleh trend belaka. Tapi memiliki pegangan dari ilmu yang telah diyakini kemanfaatanya. Inilah sifat dari para pengukir sejarah.

Jika ada masalah yang disikapi mahasiswa mari selesaikan dengan cara yang sesuai syariat. Tidak dengan cara yang melanggar ketentuan quran dan sunnah.

Seorang mahasiswa/pemuda harus mengingat bahwa Allah memberi anugerah dan nikmat besar kepada mereka. Maka kewajibannya mensyukuri dan gunakan pada tempatnya usia, semangat, kesempatan dan tenaga mudanya.

Allah ta'alla menyinggung khusus pemuda dalam Quran. Pemuda Allah dipuji dalam surah al Kahfi. Surah al Kahfi dianjurkan dibaca di malam dan hari Jumat karena banyak pelajaran terkandung di dalamnya.

Di akhir surah al Kahfi disebut pula seorang pemuda yang diperintah kepada Nabi Khaidir untuk dibunuh. Agar tergantikan dengan anak shalih.

Ini antara lain perhatian Allah terhadap pemuda dalam quran. Dan Rasulullah pun demikian. Malah dalam sebuah kisah pada masa Rasulullah ada kelompok pemuda khusus yang merupakan ahli quran yang disebut sebagai al Quro.

Rasulullah mendidik dengan pendidikan luar biasa kepada mereka, dengan pembentukan karakter selain pembentukan akademik. Rapi dan teratur

Imam Ahmad dalam sunannya 

عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا 

Dari Jundub bin ‘Abdillah, ia berkata, kami dahulu bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami masih anak-anak yang mendekati baligh. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’an. Lalu setelah itu kami mempelajari Al-Qur’an hingga bertambahlah iman kami pada Al-Qur’an. (HR. Ibnu Majah, no. 61. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Maksudnya, iman yang dipelajari adalah karakter dasar itulah aqidah yang benar. Kemudian dengan pelajari quran bertambah keimanan.

Dalam sebuah hadits

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كُنْتُ خَلْفَ رَسُوْلِ اللهِ ص يَوْمًا، فَقَالَ: يَا غُلاَمُ، اِنّي اُعَلّمُكَ كَلِمَاتٍ، اِحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، اِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَ اِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَ اعْلَمْ اَنَّ اْلاُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى اَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ اِلاَّ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَ اِنِ اجْتَمَعُوْا عَلَى اَنْ يَضُرُّوْكَ لَمْ يَضُرُّوْكَ اِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلاَقْلاَمُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ. الترمذى 4: 76، رقم: 2635، هذا حديث حسن صحيح

Dari 'Ibnu 'Abbas, ia berkata : Pada suatu hari aku berada di belakang Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda, "Wahai anak muda, sesungguhnya aku mengajarkan kepadamu beberapa kalimat. 

Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kamu mendapati-Nya di hadapanmu. 

Apabila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan apabila kamu memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah. 

Ketahuilah bahwasanya suatu ummat (sekumpulan orang) seandainya berkumpul untuk memberi manfa'at kepadamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak dapat memberikan manfa'at kepadamu, melainkan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. 

Dan jika mereka berkumpul untuk memudharatkan kamu dengan sesuatu, nicaya tidak akan dapat memberikan madlarat kepadamu, melainkan sesuatu yang telah Allah tetapkan kepadamu. Pena telah diangkat, dan shuhuf telah kering". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 76, no. 2635]

Pemuda sangat membutuhkan kalimat yang memotivasi dan akan merubah hidupnya.

Juga nasihat Rasulullah kepada pemuda dalam sebuah hadits bahwa di akhirat kelak tidak ada naungan kecuali kepada 7 golongan. Salah satu golongan yang dimaksud yakni pemuda yang tumbuh di dalam beribadah kepada rabbnya

Maka seorang pemuda harus paham di setiap aktivitasnya untuk tak keluar dari beribadah kepadaNya.

Perhatian lain Rasulullah kepada pemuda juga terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu. Ia menuturkan: “Kami bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pemuda yang tidak mempunyai sesuatu, lalu beliau bersabda kepada kami:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).'”

Inilah sebagian dari hadits yang memberi perhatian kepada pemuda.(fir/bersambung)

Sumber :


Senin, 23 Desember 2019

INGATLAH SELALU PEMUTUS LEZAT DUNIA

10 Kiat Mensucikan Jiwa (4 Habis)

#firibook -- Empat kiat terakhir dari 10 kiat mensucikan jiwa yang disampaikan Ust Abu Ahmad Kasman yakni perbanyak mengingat kematian, memilih teman duduk yang baik, waspada dan hati-hato dari ujub, serta yang terakhir mengenali diri. 

Berikut uraiannya :

7. Banyak ingat kematian

Rasulullah memerintahkan kita untuk memperbanyak mengingat penghancur kelezatan yakni almaut dalam haditsnya dari Abu Hurairah, yang diriwayatkan. Ashabus Sunan, dishahihkan Al-Albani dalam Al-Irwa’.

أَكْثِرُوا ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ –يَعْنِي الْمَوْتَ

Karena kata Rasulullah 

فَمَا ذَكَرَهُ أَحَدٌ فِي سَعَةٍ إِلاَّ ضَيَّقَهَا عَلَيْهِ، وَلَا فِي ضَيْقٍ إِلاَّ وَسَّعَهُ عَلَيْهِ

“Tidaklah seseorang mengingat mati pada waktu lapang hidupnya, kecuali akan menjadikan dia merasa sempit (umurnya terasa pendek dan semakin dekat ajalnya). Dan tidaklah (dia mengingat mati) pada waktu sempit hidupnya (karena sakit, fakir, dll) kecuali akan menjadikan dia merasa lapang (karena mengharapkan balasan dari Allah dengan sebab keikhlasan dan kesabaran ketika menghadapinya).” (HR. Ibnu Hibban, Asy-Syaikh Al-Albani mengatakan dalam Al-Irwa’ [no. 682] bahwa sanadnya hasan)

Maka jadilah dunia tak ada nilai di matanya orang yang selalu mengingat mati. Maka ia akan senantiasa melakukan kebaikan dan ketaatan.

8. Memilih teman duduk yang baik

Berdasar firman Allah Ta’ala dalam surah Al Kahfi: 28

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ …

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka ...” 

Ayat ini merupakan perintah berteman orang-orang baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Seseorang itu menurut agama teman dekatnya, maka hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

Makna dari hadits ini memerintahkan jangan menjadikan teman dekat seseorang kecuali kalian ridhoi amal dan agamanya.

Karena seorang teman akan menuntun kalian sama dengan mereka dan pemahaman yang mereka miliki. Tapi jangan kalian tertipu dengan diri (iman) kalian lalu berteman dengan seorang yang tidak kalian ridhoi agama mereka.

9. Waspada dan hati-hati dari uzub dan tertipu dengan diri

Allah berfirman janganlah kita tazkiyah (anggap diri) bertaqwa, Allah ta’ala berfirman,

فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dia yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa” (QS. An Najm:32)

Karena orang yang uzub biasanya akan malas lakukan kebaikan (dan selanjutnya akan mudah terjerumus pada keburukan) yang selanjutnya akan kotori jiwanya. Sedangkan orang merasa kekurangan maka akan terus lakukan kebaikan.

10. Mengenali diri/jiwa

Allah sifatkan jiwa dalam quran ada 3 jenis.

1. Nafsu mutmainnah. Dalam quran "Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

Maka selalulah melakukan kebaikan dan kewajiban serta menjauhi dosa.

2. Jiwa yang menyesal. Jiwa ini dimiliki seseorang yang kadang melakukan kebaikan kadang tidak. Dan melakukan kewajiban tapi sunnah tidak.

3. Jiwa yang memerintah pada perkara yang jelek haram dan dosa. Sebagaimana dalam firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala :

إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabb ku. Sesungguhnya Rabb ku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Yûsuf/12:53].(fir)

*) Sumber


IKUTI SUNNAH JAUHI LARANGAN

10 Kiat Membersihkan Jiwa (3)

#firibook -- Kiat membersihkan jiwa yang keempat yakni menjadikan Rasulullah sebagai teladan, kiat kelima bertaqwa, dan kiat keenam menutup pintu terjerumus pada kemaksiatan. Berikut uraiannya :

4. Menjadikan Rasulullah sebagai teladan 

Allah berfirman di dalam Al Qur’an:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ اْلآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا

“Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.” (Al-Ahzab: 21)

Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini sebagai pondasi meneladani Rasulullah di dalam ucapannya, perbuatannya, hukum dan keadaannya.

Al Hasan al Basri berkata ada suatu kaum mereka mengatakan kami cinta kepada Rabb kami kemudian Allah menurunkan ayat katakanlah jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah Rasulullah maka Allah akan cinta kepada kalian bahkan Allah ampuni dosa kalian.

Maka mengikuti sunnah Rasumullah menunjukan cintanya seseorang kepada Allah. Mengikuti Rasul sebagaimana mengobati penyakit badan dengan berobat menggunakan dan mengikuti tindakan maupun obat yang diresepkan oleh dokter.

Ibnul Qayiim menggambarkan ikhtiar membersihkan jiwa lebih susah dari pada mengobati penyakit badan. Maka wajib bagi yang ingin membersihkan jiwanya dengan mengikuti perintah rasul dan menghindari perkara amalan baru.

5. Bersihkan diri dari perkara dosa/perbuatan maksiat serta beramal kebaikan dan ketaatan.

Berdasar firman Allah ta'alla dalam surat At-Taubah Ayat 103

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dahulukan membersihkan jiwa dari dosa lalu hiasi dengan perbuatan kebaikan. Rasulullah menjelaskan (dalam Hadits Tirmidzi no 3257

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ { كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ } قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

… dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] beliau bersabda: "Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka di titikkan dalam hatinya sebuah titik hitam dan apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan dan apabila ia kembali maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutup hatinya, dan itulah yang diistilahkan "Ar raan" yang Allah sebutkan: kallaa bal raana 'alaa quluubihim maa kaanuu yaksibuun.(QS. Almuthaffifin 14). Ia berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.

6. Menutup pintu yang akan keluarkan seseorang dari lingkaran tazkiyah kepada dosa.

Jika memiliki akun Facebook diyakini akan jatuhkan pada dosa maka sebaiknya ditutup. Ini salah satu contoh perkara menutup pintu yang akan menjauhkan dari keutamaan dan mendekatkan pada kerendahan.

Dijelaskan Rasulullah (Hadits Tirmidzi Nomor 2786)

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ عَنْ بَحِيرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ الْكِلَابِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ ضَرَبَ مَثَلًا صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا عَلَى كَنَفَيْ الصِّرَاطِ زُورَانِ لَهُمَا أَبْوَابٌ مُفَتَّحَةٌ عَلَى الْأَبْوَابِ سُتُورٌ وَدَاعٍ يَدْعُو عَلَى رَأْسِ الصِّرَاطِ وَدَاعٍ يَدْعُو فَوْقَهُ { وَاللَّهُ يَدْعُوا إِلَى دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ } وَالْأَبْوَابُ الَّتِي عَلَى كَنَفَيْ الصِّرَاطِ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا يَقَعُ أَحَدٌ فِي حُدُودِ اللَّهِ حَتَّى يُكْشَفَ السِّتْرُ وَالَّذِي يَدْعُو مِنْ فَوْقِهِ وَاعِظُ رَبِّهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ قَالَ سَمِعْت عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ يَقُولُ سَمِعْتُ زَكَرِيَّا بْنَ عَدِيٍّ يَقُولُ قَالَ أَبُو إِسْحَقَ الْفَزَارِيُّ خُذُوا عَنْ بَقِيَّةَ مَا حَدَّثَكُمْ عَنْ الثِّقَاتِ وَلَا تَأْخُذُوا عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ عَيَّاشٍ مَا حَدَّثَكُمْ عَنْ الثِّقَاتِ وَلَا غَيْرِ الثِّقَاتِ

… dari [An Nawwas bin Sam'an Al Kilabi] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah membuat perumpamaan jalan yang lurus, di atas dua tepi jalan ada dua tembok, pada keduanya ada beberapa pintu terbuka, pintu-pintu itu bertirai dan di setiap penghujung jalan ada penyeru yang meyeru manusia dan penyeru yang menyeru di atasnya 

Dan Allah menyeru menuju negeri keselamatan, memberi petunjuk kepada siapa saja yang Ia kehendaki menuju jalan yang lurus. 

QS Yunus; 25 Pintu-pintu yang ada di sisi jalan adalah batasan-batasan Allah, karenanya janganlah ada seorang pun yang jatuh di batasan-batasan Allah hingga tirai terbuka, sementara yang menyeru dari atasnya adalah penyeru Rabbnya."....

Ibnu Hazar berkata siapa yang keluar dari jalan istiqomah dan dia membuka pintu keharaman maka dia masuk kepada subhat dan syahwat. Maka dia akan ditarik dengan semacam besi dari jalannya.

Maka dalam quran di antara contoh menurit Syaikh Abd Rozak "Katakan kepada orang beriman supaya mereka tundukkan pandang mereka dan jaga kehormatan mereka dan itu lebih suci dan Allah lebih mengetahui

Ibnu hiban msnjelaskan didahulukan menundukkan pandangan arena pandangan merupakan washila.(fir/bersambung)

*) Sumber :


Minggu, 22 Desember 2019

PERBANYAK DOA DAN MEMBACA QURAN PINTU SEGALA KEBAIKAN

■ 10 Kiat Membersihkan Jiwa (2)

#firibook -- Kiat kedua dan ketiga membersihkan jiwa menurut Ust Abu Ahmad Kasman dalam Tabligh Akbar di Mushollah Al Haudh Jl Ratulangi Makassar, belum lama ini yakni perbanyak doa dan membaca quran. Berikut uraiannya

2. Perbanyak Doa

Kunci bersihkan jiwa kedua yakni doa. Sebagaimana dijelaskan Rasulullah

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَيْسَ شَىْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ»

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah dibandingkan doa.” (HR. At Tirmidzi).

Dikatakan sebagai ibadah yang mulia karena orang berdoa menampkan dirinya ia lemah, butuh kepada Allah, tak memiliki apa-apa, dan menganggal anggap Allah Maha Kuat, perkasa, maha kaya, segala bentuk nikmat itu dari Allah.

Doa juga merupakan pintu segala kebaikan pada diri seorang hamba. Maka mintalah dan Allah telah berjanji untuk kabulkan. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina [Al-Mu’min/Ghafir/40: 60].

Maka tidak ada ruginya orang berdoa. Pasti Allah kabulkan. Hanya saja bentuk pengkabulannya berbagai macam

1. Langsung dikabulkan

2. Tidak dikabulkan tapi diganti dengan yang lebih baik

3. Tak dklabulkan d idunia tapi di akhirat pasti didapatkan

Di kalangan shahabat jika mereka mendengar janji maka mereka akan menunaikan. Umar bin Khatab berkata "Saya tak pentingkan doa saya dikabulkan atau tidak namun yang penting bagaimana saya berdoa"

Karena izabah/terkabulkannya itu bersama dengan doa itu.

Ada doa yang sering dawamkan dan diajarkan Rasulullah untuk bersihkan jiwa 

اللّهُمَّ آتِ نَفْسِيْ تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا 

أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku ketakwaaan jiwa dan sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Rabb yang mensucikannya, Engkau pelindung dan Pemeliharanya.[HR. Muslim]

Atau do’a yang paling sering Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam panjatkan adalah,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”

Dari doa ini bisa kita pahami bahwa kehendak Allah adalah kunci segala kebaikan seorang hamba. Bahwa "Sekiranya bukan karena keutamaan Allah atas kalian untuk selamanya tidak akan ada diantara kalian yang suci, akan tetapi Allah yang sucikan jiwa orang yang dia kehendaki"

Ibnu Abbas menafsirkan ayat ini dengan penjelasannya bahwa tidak ada makhluk yang dapat hidayat dan terlepas dari keburukan selain karena rahmat Allah.

3. Al Quranul Karim

Perbanyak membaca, memahami dan mengamalkan isi al quran merupakan pondasi dasar membersihkan jiwa.

Allah menyatakan dalam Surat Ali 'Imran Ayat 164

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

Bukan hanya jiwa, penyakit jasad badan pun bisa disembuhkan dengan al quran. Sebagaimana Allah berkata dalam Surat Yunus Ayat 57

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Penyakit hasad, riya dan dengki juga obatnya quran. Ibnu Qayim nyatakan alquran merupakan penyembuh sempurna dari seluruh penyakit hati dan penyakit badan (karena banyak pikiran), penyakit dunia maupun akhirat.

Mereka yang dapat manfaat dari quran yakni yang benar-benar membaca quran dengan sebenar bacaan. Mereka beriman kepadanya

Membaca al quran yang sebenarnya yakni 

  1. Membaca lafal dalam mushab semata. 

  2. Membaca aknawiyah yakni dipahami makna (kandungan) lalu diamalkan. Ini yang merasakan manfaat quran.

Para shahabat jika mereka mempelajari quran, hanya 10 ayat dan tak melewati sebelum mengetahui kandungan dan mengamalkannya.(fir/bersambung)

*) Sumber :